Thursday, February 5, 2015

Jodoh Milik Semua Orang

Allah SWT telah menjamin jodoh bagi hambanya, tanpa terkecuali. Jikapun tidak bertemu di dunia Allah menjamin akan dipertemukan di surga.  Jodoh tidak mengenal beda umur, tak mengenal paras wajah, pun tidak mengenal pangkat dan kedudukan. Jodoh adalah ketentuan Allah. Jodoh adalah kerja Allah. Jodoh adalah anugerah dari Allah. Allah, Yang Maha Berkuasa dan Maha Menentukan atas sesuatu yang dikehendaki-Nya. Maka yang kita butuhkan adalah berdoa supaya jodoh kita adalah yang terbaik untuk kita dan berusaha untuk jodoh kita. Serta tetap taat pada setiap perintah-Nya. ya, indahnya penantian yang dibersamai dengan ketaatan seperti kisah berikut ini.


Cinta Bersujud di Mihrab Taat

oleh Salim A. Fillah

Julaibib, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.

Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”